REPUBLIKA.CO.ID, JEDDAH – Pemerintah Arab Saudi akan mulai menerapkan Saudisasi di lima sektor terhitung mulai 7 Januari atau 1 Jamad Al-Awwal dalam kalender hijriyah.
Menurut arahan dari Kementerian Tenaga Kerja dan Pengembangan Sosial, sejumlah sektor yang akan diterapkan dalam program nithaqat atau 'Saudisasi' ini di antaranya pekerjaan di toko bahan bangunan dan konstruksi, toko perlengkapan, dan peralatan medis, toko suku cadang mobil, toko yang menjual karpet, dan toko makanan serta toko kue. Kelima sektor itu akan dinasionalisasi dalam tahap ketiga program Saudisasi dari 12 sektor utama.
Dilansir di Saudi Gazette, Senin (7/1), pengawas dari kementerian akan memulai inspeksi (pemantauan) di toko-toko tersebut. Jika ada toko yang melanggar, mereka harus siap menghadapi hukuman.
Di tahap pertama, kementerian mulai menerapkan 70 persen 'Saudisasi' di beberapa sektor di antaranya showroom mobil dan sepeda motor, toko-toko yang menjual pakaian jadi untuk pria dan anak-anak, toko perabot rumah dan kantor, dan toko-toko yang menjual peralatan dapur. Peraturan di sektor-sektor tersebut mulai efektif sejak 11 September 2018 lalu.
Sementara fase kedua program 'Saudisasi' dimulai sejak 9 November (1 Rabi Al-Awwal). Toko-toko yang terkena dampak yaitu toko listrik dan elektronik, toko arloji, dan optik.
Di lain hal, Dana Pengembangan Sumber Daya Manusia (HADAF) telah mengubah cabang-cabangnya di seluruh wilayah Kerajaan menjadi pusat pekerjaan untuk mendukung para pencari kerja Saudi.
Juru bicara HADAF, Khaled Abalkhail, mengatakan sebanyak 22 cabang HADAF di berbagai kota dan wilayah Kerajaan Saudi telah diubah menjadi pusat-pusat yang dikhususkan untuk mendukung para pencari kerja yang mengambil pekerjaan di sektor swasta.
http://bit.ly/2FeL4KC
January 07, 2019 at 08:48PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2FeL4KC
via IFTTT
No comments:
Post a Comment