Pages

Sunday, February 17, 2019

YBM BRI Ajak Milenial Hafal Alquran

YBM BRI tidak saja mengelola dana zakat, tapi peduli juga dengan kaum milenial.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDAR LAMPUNG -- Yayasan Baitul Mal (YBM) Bank Rakyat Indonesia (BRI) Kanwil Bandar Lampung menggelar Dauroh Quran bagi kaum milenial di Provinsi Lampung. Dauroh tersebut menghadirkan delapan hafidz dan hafidzah muda yang berlangsung di Masjid Al Ikhuwah Kampung Pascasarjana UIN Raden Intan Lampung.

Daurah Quran yang mengambil tema “Pemuda yang tumbuh bersama Alquran" diikuti kaum milenial dari berbagai perguruan tinggi negeri dan swasta di Lampung, pada Sabtu (16/2). Kegiatan tersebut dibuka Pelaksana Harian YBM BRI Kanwil Bandar Lampung Amir Mudaris.

Amir Mudaris mengatakan, YBM BRI sebagai lembaga zakat nasional selain menggulirkan program peningkatan ekonomi masyarakat tidak mampu, juga konsen pada pembinaan kaum milenial atau anak muda untuk menjadi penghafal Alquran hingga 30 Juz. “YBM BRI tidak saja mengelola dana zakat, tapi peduli juga dengan kaum milenial di antaranya gerakan menghafal Alquran 30 juz,” katanya.

Pada dauroh tersebut, Ustaz Syaiful Umar Alhafidz mengatakan untuk mendekatkan diri dengan Alquran perlu adanya upaya yang kuat. Di antaranya adalah dengan meninggalkan maksiat yang masih sering dilakukan.

“Dengan menghindari maksiat orang akan lebih mudah dekat dengan Alquran, terlebih untuk menghafalnya," katanya memberikan kiat menghafal Alquran.

Ia mengatakan untuk dapat menghafal Alquran hingga 30 juz, maka setiap orang yang berniat menghafal Alquran tersebut harus menghabiskan waktunya maskimal selama tiga tahun. Waktu tiga tahun tersebut, ujar dia, untuk golongan orang yang tingkat kemampuannya standar.

Ipan Sutisna, peseta Dauroh Quran yang juga mahasiswa Universitas Bandar Lampung, mengatakan ia masih harus banyak belajar bagaimana membaca Alquran dengan baik dan benar yang selama ini tidak dipedulikan. "Alhamdulillah saya merasa menjadi orang yang benar-benar beruntung karena dengan adanya acara ini, saya lebih mengetahui dan menyadari ternyata saya masih harus banyak belajar untuk membaca Alquran dengan baik dan benar,” katanya.

Belajar membaca Alquran tersebut, ujar dia, tidak saja membaca Alquran, tapi harus dimulai dengan mempraktikkan mengucapkan makhrojul huruf, membaca tartil, dan mengetahui hukum tajwid. Dengan begitu, seseorang pembaca dan penghafal Alquran tidak mengubah makna dan arti dari Alquran dalam setiap bacaannya.

“Saya berharap agenda ini bisa terus di kembangkan agar benar-benar terwujud generasi muda Alquran," katanya.

Materi-materi yang disampaikan dalam Dauroh Quran tersebut, yakni motivasi menghafal Alquran oleh pembicara Syaiful Umar Alhafidz. Tahsin oleh M Khumaidi Alhafidz. Tartil Quran oleh Rindang Susanto Alhafidz. Materi Tahsin 2 oleh Hasan Basri Alhafidz, dan talkshow bersama empat mahasiswa hafidz dan hafidzoh dari Universitas Lampung.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2GNJCj8
February 17, 2019 at 06:31PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2GNJCj8
via IFTTT

No comments:

Post a Comment